Hari Keduapuluh: Bertemu 2 x

Jumat, 19 Desember, pagi-pagi pukul 7 ada pertemuan untuk diskusi tentang ganti hari “no car day”, seharusnya “no car day” pada hari senin, tapi banyak orang yang butuh keluar pada hari senin yang merupakan no car day dan lazy day, akhirnya no car day ditetapkan pada hari sabtu dan mulai berlaku minggu depan. Di Plum Village, apabila ada keputusan yang menyangkut kepentingan seluruh sangha, maka perlu diadakan pertemuan, isu lainnya maka kepala wihara atau wakil kepala wihara boleh mengambil keputusan.

Kelas “Basic PV Practice” di bawakan oleh Thay Phap Son, beliau berbagi tentang “Practice” dan “Dharma”, bagaimana mempersatukan dua hal ini, kemudian ada sesi tanya jawab.

Petunjuk jalan

Petunjuk jalan

Ketika meditasi kerja pada hari itu, saya masih merasa lelah, jadi tidur di kamar, setelah itu saya latihan meditasi jalan ke kuti sangha dan putar ke aula meditasi, dari jauh tampak Thay bersama asistennya berjalan menuju ke lapangan sepak bola, ada bola di tengah lapangan, thay menendang bola itu dan kemudian terus melanjutkan meditasi jalan, kadang saya melihat bisa melihat ada sifat kekanak-kanakan yang muncul dalam Thay, ini sungguh nyata, sifat kekanak-kanakan masih ada dalam diriku juga, namun sifat itu tidak memanifestasikan dirinya setiap saat, ketika ada kondisi yang sesuai maka sifat itu bisa muncul kembali.

Sore ada meditasi duduk bersama, sekali lagi saya keluar dan bertemu Thay dengan asistennya, kali ini tampaknya Thay akan menuju aula meditasi untuk ikut meditasi duduk bersama, saya pun berjalan agak cepat untuk mengejar mereka berdua yang sudah di depan saya, sampai dekat, saya jalan pelan-pelan dan diam di belakang asistenya, rasa senang berjalan di belakang Thay, sepanjang jalan hanya kita bertiga, ada mobil lewat dan kita bertiga melihat mobil itu, ternyata itu mobil sangha tapi yang menyetir mobil itu adalah sangha non monastik.

Thay dan kapiya

Thay dan kapiya

Kita terus berjalan sampai di depan aula meditasi dan Thay membalikkan badannya dan bertanya kepada asistennya pakai bahasa vietnam, aku kaget, tanganku tiba-tiba beranjali otomatis, sambil menebak apa pertanyaan Thay karena tidak mengerti bahasa Vietnam, asistenya menjawab sesuatu, dan kemudian kita sama-sama masuk aula meditasi dan meditasi bersama.

Creative Commons LicenseArtikel ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan tetap mencantumkan nama penulis dan url, tidak dimodifikasi dan non komersial. Karya ini dilindungi oleh lisensi Creative Commons License, kecuali yang tidak disebutkan demikian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>