Hari Kelimabelas: Revisi

Hari minggu, tanggal 14 Desember, kali ini Mindfulnes day di New Hamlet, datang pagi dengan jubah coklat, dan sebelum Thay mulai ceramah, kita chanting “Discourse of Love” dan Sutra Hati versi Vietnam, saya dengan pede maju dan chanting bersama sangha dari Plum Village, sebetulnya saya malu, tapi entah bagaimana muncul spontanitas untuk maju ke depan, mungkin merasa sama jubah jadi tidak ada orang yang memperhatikan saya, jadi spontanitas maju. Teman-teman sangha monastik juga senyum-senyum, Thay duduk di depan melihat saya tampil, saya hanya melihat beliau sekilas, lalu tidak berani lihat lagi, sungkan.

Ceramah hari ini berkaitan dengan etika dan latihan perhatian murni, dan Thay meminta kita semua untuk meneruskan diskusi tentang revisi latihan perhatian murni, kalau bisa mulai mendiskusikan latihan perhatian murni yang kedua.

Chanting di New Hamlet

Chanting di New Hamlet

Makan siang kali ini makan siang formal, kita ambil makanan antri sesuai dengan usia penahbisan, dan duduk di dalam bhaktisala juga demikian. Biksu dan sramanera hanya tiga barisan panjang, sedangkan bikuni dan sramaneri ada empat barisan panjang.

Meditasi jalan bersama

Meditasi jalan bersama

Setelah selesai makan kita istirahat sebentar dan kemudian diskusi dharma, hasil revisi semakin jelas, kita sepakat untuk mempertahakan bagian-bagian tertentu seperti “Aware of the suffering…”, “I commited to…” dan “I determined not to…”, kemudian berbagai masukan tentang poin-poin yang akan diikutsertakan dalam revisi itu.

Banyak orang terkejut dan banyak yang bertanya-tanya, banyak yang tersenyum-senyum ketika melihat saya berjubah coklat, Sister Dinh Nghiem melihat saya langsung samperin bilang, “what a surprise”, Sister Chan Khong bilang “Who made you wore brown robe” sambil ketawa lebar.

Segala sesuatu ada pertamanya, saya merasa sungkan dihari pertama, setelah beberapa hari ketika hujan pertanyaan mulai reda, saya merasa mulai mengalir bersama mereka, ada hal-hal yang saya ragu-ragu untuk melakukannya, tapi setelah pikir-pikir lagi ternyata spontanitas dengan hati yang terbuka dan luwes, banyak mendapat sambutan hangat. Namun ada beberapa pengalaman spontanitas yang kurang tepat, hal ini yang menjadi pelajaran sangat bermanfaat bagi saya.

Creative Commons LicenseArtikel ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan tetap mencantumkan nama penulis dan url, tidak dimodifikasi dan non komersial. Karya ini dilindungi oleh lisensi Creative Commons License, kecuali yang tidak disebutkan demikian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>