Thich Nhat Hanh Tidak Ada Di Sini

Dari kiri: Phap Nguyen, Phap Tu (Nyanabhadra), Thay, dan Phap Huu


Saya masih ingat waktu itu ada seorang biksuni berkunjung ke Plum Village Perancis. Dia adalah seorang murid yang sudah lama belajar dengan Thich Nhat Hanh yang akrab di sapa “Thay” yang berarti bhante atau guru.

Thay termasuk guru langka bagi banyak orang, terutama masyarakat Asia khususnya Vietnam, Eropa dan Amerika. Sebagian besar biksu dan biksuni senior dari Vietnam melihat beliau sebagai guru revolusioner yang cerdas! Kemampuan beliau memperbarui ajaran Buddha menjadi visi jauh ke depan bagi banyak orang. Thay bahkan berani mendobrak tradisi lama namun tetap mempertahankan esensi ajaran Buddha.

Biksuni itu menyampaikan kepada Thay bahwa ia telah membangun sebuah stupa untuk Thay, agar nanti bisa meletakkan abu kremasi Thay di sana. Thay membalas, “Saya tidak butuh stupa itu untuk abu kremasi saya, dan saya juga tidak mau terkurung di dalam stupa itu, saya mau berada di semua tempat!

Mata biksuni itu berkaca-kaca sambil protes, “Tapi Thay, stupa itu sudah selesai dibangun.

Ya sudah, kalau begitu, Anda harus meletakkan sebuah papan pengumuman di depan stupa itu ‘Thich Nhat Hanh tidak ada di sini”, demikian Thay membalasnya.

Memang benar, Thay tidak ada di dalam stupa itu, walaupun thay sudah dikremasi dan abunya diletakkan di dalam stupa itu, Anda tidak akan menemukan Thay disitu karena abu kremasi bukanlah Thay. Thay melanjutkan, “Mengapa saya harus terkurung di dalam stupa itu? Sementara pemandangan di luar sana begitu indah?”.

Setelah membaca pengumuman itu, mungkin ada orang yang salah mengerti, maka Thay minta dia untuk memasang pengumuman tambahan yaitu “Thich Nhat Hanh tidak ada di luar sana”. Mereka yang ingin mencari Thay, tentu saja tidak akan menemukannya di dalam stupa itu juga tidak bisa ditemukan di luar sana.

Manusia memang mudah sekali terjebak oleh kata-kata, jadi Thay minta dia untuk memasang satu lagi papan pengumuman yang bertuliskan, “Anda bisa bertemu dengan Thich Nhat Hanh dimanapun, melalui cara heningmu bernapas dan berjalan”. Itulah kelanjutan dari Thay.

Anda belum tentu pernah bertemu dengan Thay secara langsung, jika Anda bernapas dengan penuh kedamaian dan keheningan, maka Anda barusan saja bertemu dengan Thay.

Creative Commons LicenseArtikel ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan tetap mencantumkan nama penulis dan url, tidak dimodifikasi dan non komersial. Karya ini dilindungi oleh lisensi Creative Commons License, kecuali yang tidak disebutkan demikian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>