I Am Making Peace

Meditasi Berjalan

Pagi itu cerah. Udara sejuk. Kami barusan selesai mempraktikkan meditas berjalan bersama komunitas. Meditasi berjalan pelan bersama-sama komunitas adalah kegiatan setiap pagi. Berjalan pelan, badan relaks, sungguh-sungguh hadir sepenuhnya hanya untuk berjalan saja.

Saya senang praktik ini. Ada begitu banyak cara yang sudah saya pelajari dari meditasi jenis ini. Ada waktunya saya menggunakan 4 langkah untuk napas masuk, dan 5 langkah untuk napas keluar, ini cara paling sederhana.

Ada waktu lain, saya ganti menjadi 2 langkah saya mengucapkan dalam hati “saya tiba”. Dua langkah berikutnya saya mengucapkan “di rumah”. Kalau menggunakan istilah Inggris lebih singkat. “arrived, arrived”, lalu “home, home”.

Kami sangat beruntung karena setiap pagi bisa mempraktikkan meditasi berjalan bersama komunitas. Berjalan sendirian memang sedikit lebih sulit. Namun, ketika berjalan bersama komunitas lebih memudahkan. Ada energi kolektif kebersamaan.

Maukah Anda mencobanya? Boleh mencoba beberapa Teknik yang saya sebutkan di atas. Namun Anda harus memilih trek yang aman, dan praktikkan mediatasi berjalan sedemikian rupa sehingga tidak ada orang tahu bahwa Anda sedang meditasi berjalan.

Suatu pagi. Ketika kami telah selesai meditasi berjalan bersama. Kami berhenti di depan aula meditasi. TIdak jauh dari aula meditasi ada dapur. Pagi itu, giliran tim brothers yang memasak. Ada sekitar sepuluh orang.

Di Plum Village Thailand, brothers dan sisters secara berotasi memasak di dapur. Contoh, hari ini brothers masak di dapur, kemudian besok giliran sisters yang masak. Masing-masing ada sekitar 4 atau 5 tim. Total ada 10 tim masak. Jadi setiap orang hanya masak sekali dalam 10 hari.

Pagi itu saya mampir ke dapur. Saya iseng mau melihat para brother menyiapkan menu apa untuk sarapan pagi. Saya melihat ke arah ujung sana. Ada seorang brother sedang memotong tahu. Saya lihat wajahnya berseri-seri. Memotong tahu dengan bahagia dan dia menikmati memotong tahu.

Saya penasaran mau “ngerjain” dia. Saya berjalan dan mampir ke situ. Saya berdiri di sampingnya sambil terus melihat dia memotong tahu. Dia melihat saya berdiri disampingnya, dia melirik saya sebentar, melemparkan senyum kecil, lalu melanjutkan memotong tahu lagi.

Saya berdiri sambil melihat potongan-potongan tahu, saya juga tersenyum. Lalu, saya benar mau ngerjain dia, kemudian saya bertanya, “Brother, what are you doing?” Ini pertanyaan fenomenal di tradisi Zen Plum Village.

Kami terbiasa menjawa, “I am breathing”. Saya dalam hati mengira dia akan menjawab itu. Tapi ternyata kali ini sangat bikin saja terkejut. Dia menatap saya dengan mata polos, tersenyum lalu menjawab “I am making peace”.

Saya langsung mengerti maksudnya. Walaupun dia tidak menjawab sesuai dugaan saya, tapi saya puas dan bahagia. Karena saya tahu setiap potongan tahu yang dia lakukan menghasilkan kedamaian. Itulah alasannya dia menjawab “I am making peace”.

Saya mendapat kedamaian (peace), kepuasan (satisfaction), dan kebahagiaan (happiness) setelah kembali dari dapur. Walau saya hanya mampir saja, tak kusangka ada begitu banyak manfaat yang saya dapatkan. Itu dari seorang adik muda spiritual saya sendiri.

Semoga Anda juga bisa “making peace” melalui setiap aktivitasmu.

Creative Commons LicenseArtikel ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan tetap mencantumkan nama penulis dan url, tidak dimodifikasi dan non komersial. Karya ini dilindungi oleh lisensi Creative Commons License, kecuali yang tidak disebutkan demikian.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.