Di Manakah Tuhan?

Saya mendengar kisah ini dari seorang Guru, namanya Sadhguru (Jaggi Vasudev), saya tulis ulang dengan gaya bahasa sendiri dan berbagai modifikasi.

Dia cerita tentang ada dua ABG (Anak Baru Gede), kakak adik. Kelakuannya buandel (cara orang jawa menyebut sangat bandel). Namanya juga anak-anak, wajar toh kalau bandel. Boleh juga disebut iseng, dan kadang isengnya berlebihan, bisa bikin dongkol.

Seluruh desa dibikin rempong, dua ABG ini menjadi buah bibir banyak orang. Mereka mencari cara untuk membereskan dua ABG yang dianggap menjadi biang kerok banyak problema. Orang bijak bilang, melahirkan anak itu suatu hal yang sulit, dan lebih sulit lagi mendidiknya menjadi baik. Benar ya?

Ibunya sudah menggunakan banyak cara. Dari memberi nasihat baik-baik sampai marah sekalipun. Tampaknya belum begitu manjur. Akhirnya dia pikir, mungkin romo di biara sana bisa membantu. Siapa tahu anaknya bisa berubah dan tersadarkan.

Pagi buta, ibunya sudah siap-siap, lalu membawa anaknya ke biara yang dimaksud itu, tidak terlalu jauh, 5 menit jalan kaki. Pertama, ibunya membawa si kecil duluan. Takut romonya kewalahan kalau dua-duanya dibawa sekaligus. Si kecil diminta untuk duduk di dalam kantor romo sendirian, sambil menunggu. Ibunya pulang ke rumah.

Tidak lama kemudian. Sang romo pun berjalan masuk. Langkah demi langkah begitu anggun, senyum sumringah di wajahnya. Jubahnya agak panjang hampir menyentuh lantai. Cara berjalannya seperti sedang main drama! Drama itu penting loh untuk memberikan kesan (effect) yang menakjubkan.

Si kecil melihat romo itu dengan penuh tanda tanya, sambil menggerak-gerakkan badannya ke kiri dan kanan beberapa kali, tak lupa melemparkan senyum sungging. Sang romo sudah mendapatkan bekal informasi dari ibunya. Dia mencoba strategi yang dia anggap paling manjur. Dengan demikian semua urusan bisa cepat beres.

Caranya adalah menyadarkan anak ini bahwa Tuhan ada di hatinya, dengan demikian dia tersadarkan dan tidak akan bandel lagi. Maaf nih, kadang orang yang tidak pernah mengasuh anak diminta untuk “membereskan” ABG seperti ini, repot juga, tapi tetap boleh dicoba lah.

Romo tiba di ruangan, lalu bertanya dengan suara lantang, “Di manakah Tuhan?” Anak itu kaget dan binggung, spontan saja dia mulai mencari ke sana ke sini, tapi tidak menemukan apa pun. Kalau Tuhan memang eksis, tentu saja ada di dalam kantor romo itu.

Romo membatin, “Waduh, ini anak tidak mengerti pertanyaan saya, saya coba cara lain.” Lalu dia duduk di atas meja di sebelah anak itu, dengan tatapan mata tajam melihatnya, dia bertanya lagi, “Di manakah Tuhan?”. Anak itu tampak semakin binggung lagi, lalu mencoba untuk melihat ke bawah meja, tidak ada Tuhan di sana.

Romo itu membatin lagi, “Ini anak masih juga belum mengerti maksud saya. Padahal saya kan hanya mau menyadarkannya bahwa Tuhan ada di hatinya.

Dia masih belum kehabisan akal, kali ini dia pakai cara yang lebih frontal lagi, dia menepok-nepok dada anak itu lalu bertanya, “Di manakah Tuhan?

Anak itu shock, lompat dari kursi, lari terbirit-birit keluar dari kantor untuk mencari kakaknya. Wajahnya cemas dan ngos-ngosan, sambil menelan ludah dia bilang:

Kak, matilah kita!

Kakaknya tanya, “Ada apa sih?

Tuhan mereka hilang, dia kira kita yang mencurinya

Creative Commons LicenseArtikel ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan tetap mencantumkan nama penulis dan url, tidak dimodifikasi dan non komersial. Karya ini dilindungi oleh lisensi Creative Commons License, kecuali yang tidak disebutkan demikian.

2 comments on “Di Manakah Tuhan?

  1. Onggreny Sep 24, 2018 11:20

    Wkwkwkkk😂😂😂
    Serius Baca, endingnya bikin ketawa😁☺
    Thx for the joyful story🙏😄

  2. NN 😊 Sep 24, 2018 13:43

    Thanks bhante …lucu😀😀😀
    🙏🙏🙏

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.