Menjadi Biksu: Mengorbankan Diri?

menjadi-biksu

Hill of Tara – Irlandia

Ada seorang teman bertanya:

Mengapa engkau mau mengorbankan diri untuk menjadi biksu? Apakah kamu takut melihat kondisimu sekarang ini?

Aku rasa seseorang tidak perlu mengorbankan dirinya untuk menjadi biksu, seluruh hidupnya masih utuh seperti sedia kala, ternyata tidak ada pengorbanan apa pun.

Sebelum aku memutuskan untuk menjadi biksu, aku sudah banyak bertemu dan berinteraksi dengan biksu-biksu yang lain, saya mengamati dan mencari tahu bagaimana kehidupan mereka, apa yang mereka lakukan sehari-hari, kemudian aku bertanya pada diri sendiri “Apakah dari hati yang paling dalam aku menginginkan kehidupan demikian?”

Seorang biksu punya kewajiban berlatih untuk mentransformasi penderitaan, kemudian memproduksi kedamaian dan sukacita untuk dirinya sendiri dan mereka yang ada disekelilingnya. Seorang biksu juga wajib berlatih agar hidupnya menjadi lebih indah dan bermakna, dengan demikian seseorang tidak perlu mengorbankan dirinya untuk menjadi biksu.

Seorang biksu harus selalu mengingat bahwa apabila dia mengejar ketenaran (nama), kekayaan (harta), jabatan (tahta), dan nafsu keinginan rendah (kama), semua ini akan menyeretnya kepada penderitaan semakin mendalam, oleh karena itu seorang biksu sejati harus terus-menerus melatih diri dan mawas diri agar tidak terhanyut dalam pengumpulan maupun kenikmatan akan nama, harta, tahta, dan kama.

Seorang biksu beraspirasi menuju kedamaian dan kejernihan batin, memproduksi lebih banyak sukacita dan welas asih, elemen-elemen demikianlah yang menjadi alasan fundamental untuk menghadirkan kebahagiaan sejati.

Jadi, ketika seseorang memutuskan untuk menjadi biksu bukan berarti dia mengorbankan dirinya, justru dia malahan bisa menikmati hidupnya, hidup yang lebih bermakna dan layak. Jadi dia tidak perlu takut melihat situasinya sendiri saat ini.

Creative Commons LicenseArtikel ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan tetap mencantumkan nama penulis dan url, tidak dimodifikasi dan non komersial. Karya ini dilindungi oleh lisensi Creative Commons License, kecuali yang tidak disebutkan demikian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>