Membayi Lagi

Phaya Yen – Pak Chong

Tahun 2019 sudah selesai. Demikianlah pendapat pada umumnya. Apakah benar-benar selesai? Nanti dulu, tampaknya tak sepenuhnya selesai, karena tahun 2019 dilanjutkan oleh tahun 2020. Tanpa 2019 maka tak mungkin 2020 bisa hadir, jadi memang benar tiada mulai tiada selesai, yang ada justru kelanjutannya. Kok kayak film berseri yah? TBC alias To Be Continue!

Plum Village Thailand mengadakan retret akhir tahun (Holiday Retreat) setiap tahun, dari 25 Desember s.d. 1 Januari. Serasa lama, karena berpindah dari 2019 ke 2020. Ada yang bilang, lama sekali retretnya, setahun! Ada benarnya setahun, apalagi merujuk pada perpindahan tahunnya, padahal sesungguhnya hanya seminggu saja.

Tidak ada yang keliru dengan mulai dan selesai, namun ada sesuatu yang lebih dalam daripada itu, yaitu urusan keberlanjutan atau kesinambungannya, diringkas menjadi keadaan saling keterkaitan (interbeing). Melihat bagaimana satu kejadian tidak bisa berdiri sendiri, justru selalu berdiri di atas kejadian lain atau punya jaringan relasi. Inilah jaringan yang maha besar, bahkan lebih besar daripada jaringan internet.

Setuju setengah

Praktik meditasi juga demikian. Banyak orang bilang ke saya bahwa ikut retret seperti memulai dari awal lagi. Saya setuju, 50% saja. Seolah-olah memulai dari awal lagi, tapi dia sudah punya modal sebelumnya, jadi memulai dari awal lagi namun tidak sepenuhnya dari awal. Setelah satu atau dua hari retret, dia sudah dapat berselancar lebih luwes.

Retret itu memang demikian. Seolah-olah mulai dari awal lagi, mulai dari bayi lagi, membayi lagi. Ini adalah sikap penting dalam praktik meditasi. Master zen menyebutnya “the beginners mind” (初心) hati pemula, hati polos, hati yang baru. Anda menjadi pemula lagi, menjadi bayi lagi dalam latihan, memulai dari awal lagi

Polos itu perlu dikombinasikan dengan wawasan (智慧, insight) atau kearifan. Kepolosan alami dan spontan dalam membantu orang lain, walaupun ada saja orang yang “mengail di air keruh” di atas kepolosan itu, maka kita tidak menderita juga tidak membenci; namun kita boleh memilih untuk berhenti atau menggunakan cara lain.

Jaringan relasi, inilah jaringan yang maha besar, bahkan lebih besar daripada jaringan internet.

Memulai lagi

Anda belajar untuk bernapas lagi, namun napas yang disertai dengan kewawasan (mindfulness). Sebetulnya Anda tidak pernah diajarkan cara bernapas, toh sejak lahir Anda sudah berhasil bernapas. Jika saat lahir Anda gagal bernapas, barangkali Anda sudah pindah alam. Dalam retret, Anda diajarkan untuk mengamati napas sepanjang hari dengan menggunakan hidung pemula (beginners nose, 初鼻).

Selama ini hidung hanya menjadi pintu gerbang keluar masuk napas dan membau berbagai jenis aroma. Sekarang, hidung Anda mendapat tugas baru yaitu sambil bernapas sembari meningkatkan kekuatan kesadaraan. Sungguh sayang selama ini bernapas namun tidak mendapat bonus tambahan yaitu meningkatkan kekuatan kesadaran.

Mata melihat pemandangan indah, namun, sungguh sayang sekali jika pikiran sibuk berkomentar ria, sehingga pemandangan indah itu seolah-olah palsu. Meditasi berarti menggunakan mata pemula (beginner’s eyes, 初眼). Mata yang polos melihat ulang atas hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, dengan demikian ada penyadaran lebih dalam dalam setiap tatapan itu.

Ada seorang teman dari Jepang. Dia berkisah tentang kicauan burung ketika berada di Plum Village Thailand. Entah mengapa suara burung itu begitu indah. Sebetulnya ketika hati damai, maka suara burung juga diterjemahkan oleh hati menjadi suara damai yang indah. Itulah telinga pemula, telinga polos, telinga baru (beginner’s ears, 初耳). Telinga yang memiliki kemampuan untuk mendengar dengan seksama.

Teman-teman dari Tiongkok juga ikut menyetujui bahwa tutur bahasa yang mereka pilih juga cenderung lebih penuh pengertian ketika hatinya damai. Mereka bahkan banyak menggunakan bahasa kiasan (成语) yang indah dalam sesi berbagi Dharma (Dharma Sharing). Itulah 初舌 (beginner’s tongue), lidah polos atau mulut baru sehingga bisa melahirkan bahasa kasih.

Tindak-tanduk juga berubah. Suasana saling membantu alias gotong-royong, pemandangan itu menghadirkan harapan baru bagi kemanusiaan. Inilah 初身 (beginner’s body), badan polos yang dipengaruhi oleh hati polos. Tindakan spontan alami tanpa pretensi, itulah contoh nyata bahwa hal demikian bisa kita lakukan dan perlu dilanjutkan setelah retret selesai.

Baru sekaligus lama

Semua panca indra bisa menjadi baru sekaligus panca indra lama. Prinsip Buddhis bahwa di dalam “baru” mengandung “lama”. Mereka selalu berbarengan, tidak bisa dipisah-pisahkan. Lagipula baru dan lama itu per definisi, sesuai kesepakatan bersama. Contoh saja tahun baru masehi adalah 1 januari, namun tahun baru imlek jatuh sekitar januari atau februari, lalu orang Thailand merayakan tahun baru pada songkran sekitar bulan april.

Demikian pula orang dewasa, sering tidak ditemukan batasannya di mana. Apakah dari umur? Cara berbiara? Tindak tanduk? Cara berpikir? Banyak sekali tolak ukurnya. Adakalanya dia dianggap dewasa, ada kalanya dianggap ABG, bahkan kadang-kadang kanak-kanak. Sesungguhnya, saya bisa melihat dalam setiap orang “dewasa” masih mengandung elemen anak-anak, begitu juga anak-anak juga mengandung elemen dewasa.

Bayi dewasa

Setiap kali menghadiri retret, semua peserta diundang untuk membayi lagi. Belajar bernapas lagi dengan cara bayi. Belajar mendengar lagi dengan kesabaran dan saksama. Belajar mengunyah makanan dengan penuh kesadaran dalam suasana hening seperti bayi. Belajar berjalan lagi seperti bayi yang baru belajar melangkah. Belajar melihat langit biru, gunung, sungai dengan mata yang polos.

Anda menjadi manusia baru jika mampu melakukan itu. Manusia baru yang masih ada kaitan erat dengan manusia lama. Mari kita pastikan bahwa kelanjutan kehidupan menjadi sesuatu yang terus terbarukan (update) persis di momen kekinian (present moment). Kita punya janji temu dengan kehidupan, janji temu dengan bayi, kanak-kanak, ABG, remaja, dan orang dewasa yang mana semua elemen itu sesungguhnya sudah tersedia.

Creative Commons LicenseArtikel ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan tetap mencantumkan nama penulis dan url, tidak dimodifikasi dan non komersial. Karya ini dilindungi oleh lisensi Creative Commons License, kecuali yang tidak disebutkan demikian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.