Doa dan Pembebasan

kekuatan-di-balik-doaUruvela Kassapa duduk hening untuk sesaat, lalu berkata, “Gotama, aku tahu engkau selalu membimbing kami dengan cara berbagi pengalaman langsung dirimu. Kata-katamu tidak menyatakan konsep-konsep. Engkau telah bersabda bahwa pembebasan hanya dapat dicapai melalui berbagai upaya meditasi, melihat segala sesuatu secara mendalam. Menurut Anda apakah upacara, ritual, dan doa sama sekali tak ada gunanya?”

Buddha menunjuk ke sisi seberang sungai dan berkata, “Kassapa, jika seseorang hendak menyeberang ke sisi seberang sana, apa yang seharusnya ia lakukan?”

“Jika airnya cukup dangkal, maka dia dapat berjalan menyeberang ke sana. Jika tidak, maka dia harus berenang atau mengayuh perahu.”

“Aku setuju. Tetapi, bagaimana jika ia tidak mau berjalan, berenang, atau mengayuh perahu? Bagaimana jika ia hanya berdiri saja di sisi sungai ini dan berdoa agar sisi sungai di seberang sana mendatanginya? Bagaimana pendapatmu tentang orang seperti itu?”

“Aku rasa orang itu bodoh sekali!”

“Demikianlah, Kassapa! Jika seseorang tidak mengatasi ketidaktahuan dan mengurangi berbagai penghalang mental lainnya, maka orang itu tak akan dapat menyeberang ke sisi sana, tidak bisa menyeberang menuju pembebasan, meskipun ia menghabiskan seumur hidupnya untuk berdoa.”

Creative Commons LicenseArtikel ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan tetap mencantumkan nama penulis dan url, tidak dimodifikasi dan non komersial. Karya ini dilindungi oleh lisensi Creative Commons License, kecuali yang tidak disebutkan demikian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>