Hari Keduapuluhlima: Malam Natal

Hari ini rabu, tanggal 24 desember, pagi-pagi ada meditasi duduk dan pelafalan 5 latihan perhatian murni bersama biksu, samanera dan lay friends di ruang meditasi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan vinaya biksu, para samanera dan lay friends keluar dari ruang meditasi.

Para samanera menuju zendo melanjutkan baca “Advice for Young Monk and Nun”, naskah itu sudah diterjemahkan oleh Juli, Yulis, dan aku sendiri, setelah baca lagi, ada insight baru yang muncul, demikian yang terjadi berulang-ulang ketika membaca tulisan Thay, ini salah satu alasan membuat saya tidak pernah bosan membaca tulisan Thay.

Stepping into freedom

Stepping into freedom

Hari ini ada “Shining Light” yang merupakan “mata sangha” melihat dengan cinta kasih memberi masukan kepada calon biksu, ada 3 orang calon biksu, Phap Tuc, Phap Tuyen, dan Phap Nang, semua monastik berkumpul di Zendo dan memberikan masukan dengan penuh cinta kasih kepada 3 orang tersebut secara bergiliran, ada tiga poin utama yaitu “Positive”, “Need To Transform”, dan “Suggestion”, semua monastik (biksu dan samanera) boleh berkontribusi memberikan apresiasi maupun masukan kepada mereka bertiga, masing-masing orang punya pengalaman tersendiri berinteraksi dengan mereka bertiga.

Sebelum mulai, ada pembacaan hasil “Shining Light” tahun lalu masing-masing samanera, dan menanyakan seberapa persen mereka telah berupaya melakukan sesuai masukan tahun lalu, setelah itu ada “Self Shining Light” duluan, Self Shining Light maksudnya diri sendiri memberi masukan kepada diri sendiri, hal yang perlu diperbaiki, kemudian baru “Shining Light” dari monastik lainnya. Teman-teman dari Sonha berkumpul di Upper Hamlet dan kita memberikan Shining Light kepada mereka bertiga. Ada satu orang biksu yang bertugas mencatat di buku, satu lagi mencatat di papan tulis.

Shining Light merupakan praktik yang cukup efektif, karena seluruh sangha saling melihat dan memperhatikan seluruh aktivitas para junior, selain calon biksu wajib di “Shining Light”, mereka yang sebagai calon Dharma-acharya (Guru Dharma) juga mendapat Shining Light dari seluruh Guru Dharma, jadi sebelum seseorang menerima transmisi pelita menjadi seorang Guru Dharma, maka wajib medapat masukan dari seluruh Guru Dharma, ini hanya untuk para biksu saja, kita para samanera tidak ikut.

Kita makan siang pukul 11:30, dan berangkat ke New Hamlet untuk mengikuti perayaan Christmas Eve, Chanting hari ini, Thay mengajak semua anak kecil untuk maju kedepan untuk chanting bersama kita, setelah itu Thay memberikan ceramah buat anak-anak, setengah jam kemudian anak-anak boleh pergi main di luar setelah mendengar bunyi bell, teman-teman dari New Hamlet mendekorasi aula meditasi menjadi sangat indah, ada pohon natal, bintang berkilap, dan banyak warna-warni, ada sebuah perahu bambu cukup besar, Thay menceritakan itu adalah perahu sangha yang akan membawa kita semua menuju pantai seberang.

Chanting malam natal

Chanting malam natal

Ramai sekali orang yang datang, setelah thay selesai ceramah, Thay mengajak semua anak kecil untuk maju kedepan untuk foto bersama, setelah itu kita bubat dan melakukan meditasi jalan bersama, setiap hari membawa lilin pakai stoples, kemudian kita berjalan sampai Menara Bell dan meletakkan toples yang berisi lilin kecil di situ.

Foto bersama perahu

Foto bersama perahu

Lilin

Lilin

Menara Bell

Menara Bell

Sister Chan Khong mempertontonkan foto-fotonya ketika Pilgrimage bersama thay tahun ini ke India, dan setelah itu kita makan bersama, semua orang berkumpul di ruang meditasi dengan mengambil makanan dan makan bersama, kita yang dari upper hamlet duduk melingkat di satu sisi, ada Thay Phap Don (kepala wihara upper hamlet), Duc Trang, Thay Phap Lac (mentor saya), Thom Trang, Tri Trang, Thay Phap Huu (Wakil kepala UH), dan beberapa samaneri dari Lower Hamlet (LH) dan New Hamlet (NH), kita makan bersama dan setelah selesai makan kita melakukan hompimpa, yang kalah harus mencuci semua piring, seru sekali, kayaknya kita bikin suasana cukup ribut saat itu.

Makan bersama

Makan bersama

Setelah itu ada pertunjukan dari masing-masing kelompok hamlet, ada tarian dari para samaneri LH, nyanyian pertunjukan cerita tentang orang buta menebak gajah, dan ada nyanyian lagu natal, dan masih banyak pertunjukkan.

Menyanyi lagu natal

Menyanyi lagu natal

Tarian topi

Tarian topi

Duet

Duet

Biola

Biola

Aku bersama Thay Phap Hu dan beberapa orang balik duluan, padahal pertunjukkan belum selesai, aku pulang dan mengendap di kamar menulis surat untuk Thay, kamar gelap dan hanya ditemani lampu di meja kecil.

Creative Commons LicenseArtikel ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan tetap mencantumkan nama penulis dan url, tidak dimodifikasi dan non komersial. Karya ini dilindungi oleh lisensi Creative Commons License, kecuali yang tidak disebutkan demikian.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.