Panggilan Sayang

panggilan-sayangDunia ini banyak orang menderita, menjadi tersangka atau tertuduh, tidak saling mengerti antara sepasang kekasih. Dalam sebuah hubungan kasih, setiap ucapan dan tindakan memberi pengaruh bagi masing-masing orang. Pengaruh ini bagaikan makanan bagi sang kekasih, jadi kita perlu memberikan dan memilih makanan yang sehat agar hubungan kasih ini bisa terus berlanjut.

Kita perlu melihat bahwa cinta kasih juga membutuhkan asupan makanan, bukan hanya cinta kasih saja, ternyata kebencian, kekecewaan, kemarahan dan sebagainya juga membutuhkan makanan. Jika kita sering memberi asupan makanan kepada kebencian dan sebagainya, sudah jelas sebuah hubungan kasih akan lebih sering berujung dalam penderitaan berkepanjangan yang berkemungkinan akan berakhir dengan perpisahan.

Ucapan dan tindakan tampaknya menjadi elemen yang memainkan peran sangat besar dalam suatu hubungan kasih. Setiap kali Anda menggunakan kata-kata dengan muatan kemarahan, agresif, menuduh, maka Anda sedang memberi asupan makanan kepada benih-benih kemarahan sehingga tumbuh subur. Jadi mohon berhenti berbicara apabila Anda dalam kondisi labil, kondisi tidak tenang demi menghindari resiko terjadinya pertengkaran.

Setelah berkali-kali Anda bisa berhenti seperti demikian, Anda punya kesempatan untuk mencari tahu apa penyebab kemarahan itu, pengetahuan inilah yang akan menurunkan tensi kemarahan. Anda perlu terus-menerus mengulang ini sehingga mahir dalam menurunkan tensi kemarahan. Sukses dalam latihan berarti Anda ingat menerapkan “berhenti” setiap kali suasana memanas kemudian “melihat secara mendalam” atas apa yang sedang terjadi.

Suatu kali saya mendapat giliran memberikan nasihat singkat buat pasangan yang baru menikah, saya kebetulan bercerita tentang ucapan kasih, bahwa ucapan kasih dan sayang tidak hanya waktu pacaran saja, sewaktu pacaran panggilannya sayang, tapi setelah menikah panggilannya lain. Rasa ingin tahu saya muncul waktu itu, jadi saya bertanya kepada mempelai pria, “Apakah Anda punya panggilan sayang kepada istrimu?” Mempelai pria hanya anguk-anguk. Lantas saya tanya lagi, “Jadi apa dong panggilannya?” Sang pria dengan malu-malu dengan setengah berbisik, “Bulet, bhante”. Saya langsung sergah “Loh kok bulet?”. Tiba-tiba seluruh isi baktisala tertawa lepas. Biar “rame” saya bertanya kepada istrinya, “Jadi panggilan sayang buat suamimu apa? Kotak?” Sang istri sambil geleng-geleng kepala dan mencoba menutupi ketawanya dengan tangan, sang suami hanya tersenyum kecut, tampaknya mereka berdua sudah mengerti maksud saya.

Saya melanjutkan, yah panggilan memanglah sebuah panggilan, kadang membuat suasana menjadi cair, namun perlu waktu yang tepat untuk menggunakannya, jadi saya memberikan mereka PR untuk mencari istilah panggilan sayang yang lainnya, mereka berdua angguk-angguk tanda mengerti. Kedua orang tua mempelai juga tampak puas dengan nasihat 10 menit yang saya sampaikan, terlihat wajah mereka berseri-seri.

Kerap kali kisah romantis bermula indah, begitu banyak memori indah yang menggores kehidupan, namun banyak orang tidak tahu bagaimana memberi asupan makanan pada cinta itu, tidak tahu bagaimana merawatnya, sehingga cinta itu mati seiring berjalannya waktu. Pikiran seiring berjalannya waktu menumpuk kepahitan, kegetiran, kegundahan, kecurigaan yang nantinya berwujud dalam ucapan dan tindakan. Pikiran demikian tidak memberi manfaat buat diri sendiri dan sang kekasih. Apabila hubungan kasih terpuruk itu karena masing-masing pasangan terus-menerus memberi asupan makanan tidak sehat seperti kecurigaan dan kemarahan kemudian lupa memberi asupan makanan kepada pengertian, kesabaran, pemaafan, dan sebagainya.

Membuka pintu komunikasi bisa menghidupkan kembali cinta itu. Komunikasi penuh pengertian dan cinta kasih, komunikasi yang dilandasi semangat untuk mengerti, pengertian punya kemampuan menghembus semua awan-awan kecurigaan, semua ini bisa dilakukan lewat komunikasi.

Ingat kembali, kadang ada ucapan senda gurau yang bisa menjadi sumber pertengkaran, senda gurau dalam sebuah hubungan kasih tentu saja bisa mencairkan suasana, namun seringkali situasi selalu diluar kendali, janganlah terlalu sering melemparkan senda gurau karena senda gurau bisa berubah menjadi racun jika terlalu sering dilakukan.

Memang benar bahwa hidup di zaman ini membutuhkan uang dana materi, namun jangan melupakan bahwa ada elemen lain yang ikut serta dalam menghidupkan hubungan kasih, elemen seperti rasa kasih sayang, saling menghargai, dan persahabatan, inilah sumber asupan makanan sehat untuk hubungan kasih.

yesus-buddha

Selamat Natal, Merry Christmas!

Upper Hamlet, Plum Village
23 Desember 2014

 

 

Creative Commons LicenseArtikel ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan tetap mencantumkan nama penulis dan url, tidak dimodifikasi dan non komersial. Karya ini dilindungi oleh lisensi Creative Commons License, kecuali yang tidak disebutkan demikian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>