Delapan Realisasi

two-treasuresMenyadari sepenuhnya bahwa dunia ini tidak permanen, segala sesuatu yang terbentuk oleh empat elemen yakni padat, cair, gas, dan panas akan ter-urai jua suatu hari nanti, semua ini mengandung benih ketidakpuasan. Setiap momen mengalami perubahan dan tiada henti menuju kehancuran, terus terlahir dan mati, pikiran merupakan titik sumber kebingungan, badan jasmani merupakan hutan belantara tindakan tidak murni. Memeditasikan hal demikian akan pelan-pelan melepaskan kita dari cengkraman api samsara.

Menyadari sepenuhnya bahwa semakin besar nafsu keinginan maka semakin besar pula penderitaan. Masalah dalam kehidupan sehari-hari muncul dari nafsu keinginan dan keserakahan. Hanya mereka yang hidup bersahaja dengan sedikit keinginan dan sedikit ambisi yang bisa hidup santai dan relak.

Menyadari sepenuhnya bahwa seluruh manusia selalu ingin terus memiliki sesuatu lebih banyak lagi dan tidak pernah merasa kecukupan, tindakan buruk pun mulai dari sini, para bijaksana selalu mengingat berulang-ulang akan manfaat memiliki sedikit keinginan, hidup bersahaja, damai, dan tenang sehingga bisa berlatih dalam jalur spiritual. Satu-satunya karir mereka dalah mencapai pengertian tertinggi.

Menyadari sepenuhnya bahwa kemalasan merupakan penghambat latihan, oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk terus bersemangat untuk mengusir bentuk mental gelap yang merantai kita.

Menyadari sepenuhnya bahwa ketidaktahuan merupakan sumber dari siklus kelahiran kembali tiada henti, oleh karena itu para bijaksana selalu mendengar dan belajar demi memperoleh pengertian tertinggi dan kecakapannya, dengan demikian mereka bisa membantu makhluk lain menuju keadaan damai bahagia.

Menyadari sepenuhnya bahwa kemiskinan menciptakan kebencian dan kemarahan, sehingga menciptakan rantai pikiran dan tindakan buruk tiada habisnya. Para bijaksana berlatih memberi kepada semua tanpa membeda-bedakan. Mereka tidak mengecam tindakan buruk orang lain pada masa lalu, demikian juga mereka tidak mencela mereka yang menjadi penyebab kesulitan pada saat ini.

Menyadari sepenuhnya bahwa harapan ingin menjadi kaya, cantik jelita dan ganteng, penuh ambisi, selalu ingin menikmati makanan enak, dan kemalasan; merupakan 5 jenis harapan yang selalu bermuara kepada kesulitan. Walaupun kita hidup di dunia ini, namun mohon jangan terjebak di dalam hal-hal duniawi. Seorang anggota monastik memiliki 3 set jubah dan mangkuknya, hidup bersahaja demi bisa berlatih dalam jalur pembebasan, sila yang dia miliki membuatnya bebas dari kemelekatan terhadap hal-hal duniawi, ia memperlakukan semua orang dengan cara sama rata dan penuh welas asih.

Menyadari sepenuhnya bahwa api kematian dan kelahiran sedang membara, menjadi penyebab penderitaan tanpa ujung di seluruh pelosok. Kita hendaknya memunculkan tekad besar untuk membantu semua makhluk, berupaya menuntun mereka menuju jalur kebahagiaan.

Delapan realisasi ini seperti perahu dharma yang menyeberangkan semua makhluk menuju pantai pembebasan nirwana, menuntun ke arah kebajikan. Apabila murid Buddha merenungkan dan menerapkan realisasi ini dalam kehidupan sehari-hari, mereka akan mulai mampu menyingkirkan berbagai kesalahpahaman dan kesulitan, menuju pencerahan, meninggalkan tautan rantai lahir dan mati, bersemayam dalam kedamaian sejati.

Creative Commons LicenseArtikel ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan tetap mencantumkan nama penulis dan url, tidak dimodifikasi dan non komersial. Karya ini dilindungi oleh lisensi Creative Commons License, kecuali yang tidak disebutkan demikian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>