Hari Ketiga: Topi Saya Bundar

Hari selasa adalah monastic day, saya bangun pagi, cuci muka dan gosok gigi, kemudian pergi ke tempat parkir mobil, kita naik mobil ke hermitage. perjalanan sekitar 35 menit, di luar sana masih gelap, tiba di Hermitage semua monastik naik ke aula di lantai atas dan kita meditasi bersama Thay, meditasi dengan dihadari Thay memang memberi efek berbeda, kita meditasi sekitar 30 menit, menikmati damai dan tenang.

Meditasi diakhiri dengan gong 3x, kemudian Thay mulai memberikan ceramah, Ceramah hari monastik memang sangat special, karena ceramah khusus untuk membimbing para monastik. Setelah selesai ceramah, acara dilanjutkan dengan meditasi jalan bersama, namun sebelum meditasi jalan kita berkumpul melingkar dan nyanyi bersama Thay.

Meditasi jalan termasuk tugas kita sehari-hari, di hermitage ada kali kecil, banyak pohon bambu, kita sering jalan bersama Thay melewati kali kecil dan pohon bambu, aliran air kali terdengar sangat jelas, ketika angin berhembus meniup daun-daun bambu, suaranya juga begitu indah, saya menikmati suara-suara segar itu, sesegera itu hatiku menjadi segar dan bahagia.

Selesai meditasi jalan, kita makan bersama, waktu menunjukkan pukul 10:30, jadi bukan sarapan pagi juga bukan makan siang bersama Thay, mereka sebutnya brunch (breakfast and lunch). Selesai brunch, kita bebas beraktivitas dan olagharaga.

Saya bertemu Sis. Chan Khong dan pada hari itu juga berkesempatan memberi oleh-oleh titipan Bhante Vimala kepada Thay, Bhante kasih kain ikat sumba, Thay tanya ini kain untuk apa? Karena betul-betul tidak tahu, jadi saya jawab tidak tahu, Thay begitu lucu, langsung ambil kainnya dan coba pakai dengan taruh di punggungnya, Sis. Chan Khong bilang kainnya terlalu berwarna-warni, tidak cocok buat biksu, ternyata kain itu untuk taplak meja.

Sebelum makan siang, Thay minta kita berdua, saya dan bikuni Xianlin untuk nyanyi lagu indonesia, saya tidak tahu mau menyanyi lagu apa, tapi semua orang lihat ke arah saya, akhirnya kami berdua menyanyi lagu “topi saya bundar” sambil pakai gerakan tangan, Thay senang sekali dan minta kita menyanyi sekali lagi dan beliau ikut gerak tangan lagu itu.

Sore kita Pulang ke masing-masing Hamlet, senang sekali berkumpul sama seluruh monastik, serasa kita tidak sendirian berjalan di jalur ini, dan ceramah Thay juga sangat memberi inspirasi dan semakin yakin dan jelas atas karir monastik.

Creative Commons LicenseArtikel ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan tetap mencantumkan nama penulis dan url, tidak dimodifikasi dan non komersial. Karya ini dilindungi oleh lisensi Creative Commons License, kecuali yang tidak disebutkan demikian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>