Pesan Waisak 2013

thay-wesak-hk-2013

Thay di Hong Kong 2013

Ketika waktu sudah cukup matang untuk melahirkan, Ratu Mahamaya pulang ke rumah orang tuanya, ketika melewati Taman Lumbini mereka berhenti sejenak untuk melepaskan lelah, Ratu berjalan menikmati keindahan taman dan tiba-tiba terasa ingin melahirkan, beliau mengapai ranting pohon Asoka dan dalam posisi berdiri Ratu melahirlah Pangeran Siddharta, proses kelahiran Ratu sangatlah mudah. Para dayang-dayang segera mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk Bayi dan kemudian rombongan pulang kembali ke Kapilawastu. Beberapa dayang-dayang segera diutus untuk menyampaikan pesan kepada kedua belah pihak keluarga sementara rombongan masih dalam perjalanan.

Putri Yasodhara mengalamai kesulitan ketika hendak melahirkan Rahula, proses kelahiran yang sangat panjang. Pada waktu itu ada kekhawatiran bahwa ibu dan bayi tidak bisa melewati masa-masa genting. Seluruh kerajaan termasuk Pangeran Siddharta sangatlah khawatir. Energi kekhawatiran kolektif sangatlah besar dalam istana. Namun beruntung sekali, akhirnya Putri Yasodhara melahirkan Rahula dengan selamat. Kita bisa menyimpulkan bahwa Pangeran Siddharta sangatlah cemas dalam periode kehamilan Putri Yasodhara, Siddharta tidak bisa tenang dalam periode waktu itu, inilah derita nyata yang beliau rasakan pada saat itu, menyaksikan penderitaan nyata dalam keluarga kerajaan juga penderitaa para rakyat, tidak mungkin Pangeran bisa menikmati semua kesenangan dan kemewahan istana. Penderitaan pangeran juga mempengaruhi Yasodhara juga bayi Rahula, alasan ini juga yang menjadi faktor kesulitan dalam melahirkan.

Menyaksikan pengalaman pahit dalam melahirkan juga menjadi salah satu alasan yang mendorong Siddharta untuk meninggalkan istana demi menempuh perjalanan spiritualnya. Yasodhara mengerti dan menerima keputusan itu.

Kita semua sangatlah beruntung karena Siddharta berhasil! Keberhasilan ini juga merupakan keberhasilan seluruh umat manusia, demikian juga ketika Neil Armstrong pertama kali menginjakkan kakinya di bulan. Dia menyatakan bahwa itu merupakan suatu pencapaian luar biasa dari umat manusia dalam bidang sains dan teknologi. Siddharta melakukannya demi kita semua. Siddharta menemukan cara untuk membantu kita menangani penderitaan, menciptakan kedamaian, dan menumbuhkan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari, tidak terjebak dalam ketenaran, kekayaan, kekuasaan, dan kenikmatan sensual, demikian juga membantu kita menyentuh tiada lahir tiada mati dari semua eksistensi.

Hari ini kita merayakan kehadiran Siddharta di muka bumi ini, kebanyakan dari kita hanyalah menyembah Siddharta sebagai manusia yang memiliki kekuatan magis untuk memberi berkah dan melindungi kita dari mara bahaya. Banyak diantara kita tidak mengikuti jejak beliau dalam menangani penderitaan, menciptakan kedamaian, menjalin kembali komunikasi, dan menyentuh Nirwana di momen kekinian. Ajaran Buddha pada zaman sekarang ini lebih mengedepankan devosi. Justru Buddha menasihati kita untuk melepaskan ketenaran, kekayaan, kekuasaan, dan kenikmatan sensual…zaman sekarang kita malah memintanya dari Buddha.

Berlatih hidup sadar, konsentrasi, dan pengertian, menerapkan Jalan Mulia berunsur Delapan sebagai metode menuju kebahagiaan di momen kekinian telah dilupakan banyak orang. Kita tidak tahu bagaimana melestarikan bagian-bagian penting harta karun spiritual yang diwariskan oleh Siddharta. Ajaran Buddha telah diselewengkan dan tidak bisa memainkan perannya lagi. Kita perlu mencurahkan sepenuh hati untuk memperbaharui Ajaran Buddha sehingga peran penting dalam menciptakan kedamaian bagi individu, keluarga, negara, dan masyarakat bisa terus berlanjut.

Kita tidaklah bisa menghadirkan kualitas-kualitas baik apabila kita hanya praktik devosi saja, sekedar bersujud dalam kabut dupa sepanjang hari, kita bahkan tidak layak disebut sebagai generasi penerus Buddha, Dia yang telah mengatasi semua kegelapan.

Creative Commons LicenseArtikel ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan tetap mencantumkan nama penulis dan url, tidak dimodifikasi dan non komersial. Karya ini dilindungi oleh lisensi Creative Commons License, kecuali yang tidak disebutkan demikian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>