Tujuh Latihan

20130529_9999_121

Seven Methods to prevent the teaching and Sangha from falling into decline.

  1. Meet frequently in groups to study and discuss the Dharma
  2. Always gather and disperse in a spirit of cooperation and unity
  3. Respect and follow the precepts which have been enacted
  4. Respect and follow the guidance of elders in the sangha who possess virtue and experience
  5. Live a pure and simple life, unswayed by desire and greed
  6. Cherish a calm and peaceful life
  7. Dwell in mindfulness in order to realize peace, joy, and liberation, and to become a refuge and support to friends along the path

If the monastics live by these seven practices, the Dharma will flourish and the sangha cannot fall into decline. Only division and discord from within can cause the sangha to break. When a lion king dies in the mountain forest, no animals dare to eat its flesh. Only the worms in its own body devour it from within. Protect the Dharma by living according to these seven practices, never become as worms which devour a lion’s corpse from within. Never become as worms which devour a lion’s corpse from within.


Ada Tujuh Metode untuk mencegah agar Dharma dan Sanggha tidak merosot.

  1. luangkan waktu untuk berkumpul rutin untuk belajar dan mendiskusikan Dharma
  2. Selalu berkumpul dan bubar dalam semangat kerjasama dan bersatu
  3. Menghormati dan melaksanakan peraturan yang telah ditetapkan bersama
  4. Menghormati dan mengikuti petunjuk dan tuntunan dari tetua dari komunitas yang memiliki kebajikan dan pengalaman
  5. Hidup tanpa tercela dan sederhana, tidak terhanyut oleh nafsu keinginan dan loba
  6. Menghargai kehidupan damai dan tenang
  7. Bersemayam dalam praktik hidup sadar agar bisa merealisasi kedamaian, sukacita, dan pembebasan, dan kemudian menjadi pelindung dan pendukung sahabat lain dalam sepanjang jalan.

Apabila para monastik hidup selaras dengan Tujuh Latihan tersebut, Dharma akan menyebar ke banyak tempat dan Sanggha juga tidak akan mudah runtuh. Faktor dari luar tidak akan bisa dengan mudah menganggu Sanggha. Hanya perpecahan dan perselisihan dari internal yang bisa merobohkan Sanggha. Wahai biksu dan biksuni, ketika raja hutan, sang singa mati di hutan pegunungan, tidak ada binatang lain yang berani melahap dagingnya. Hanya ulat yang ada dalam tubuhya yang melahapnya dari dalam. Lindungilah Dharma dengan cara hidup sesuai dengan Tujuh Latihan tersebut. Janganlah menjadi ulat yang yang melahap bangkai singa dari dalam.

Sumber: Old Path White Clouds, Thich Nhat Hanh, Hal. 542

Creative Commons LicenseArtikel ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan tetap mencantumkan nama penulis dan url, tidak dimodifikasi dan non komersial. Karya ini dilindungi oleh lisensi Creative Commons License, kecuali yang tidak disebutkan demikian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>